Dunia pendidikan sedang krisis perhatian. Murid cepat lupa hafalan, buku catatan sering hilang, dan grup WhatsApp guru hancur lebur oleh tumpukan video tugas. Anda yang membaca tulisan ini adalah pahlawan yang peduli. Mari bangun sistem pendidikan yang jujur, terukur, dan tak terbatas.
Pemandangan klasik setiap minggu. Murid lupa membawa buku, atau lebih parah lagi, buku hilang dan basah. Guru pusing karena tidak punya bukti fisik apakah anak ini benar-benar mencatat materi di kelas atau hanya bermain-main.
Melalui sistem MDT Online, murid hanya perlu memfoto halaman buku catatannya menggunakan kamera HP. Jepret, dan sistem akan mengunggahnya langsung ke Rapor Awan (Cloud).
Tugas tidak akan pernah hilang atau rusak terkena air.
Guru bisa mengoreksi tulisan anak dari mana saja, bahkan saat rebahan di rumah.
Berapa sering grup WhatsApp wali murid hang karena 30 anak mengirim video hafalan surat pendek berdurasi 5 menit secara bersamaan? Memori HP guru penuh, baterai cepat panas, dan rentan kehilangan data jika HP di-reset.
Sistem kami mengubah pola. Murid mengunggah karyanya ke platform gratis (YouTube / TikTok / Google Drive), lalu mereka cukup menempelkan Tautan (Link)-nya ke MDT Online. Aplikasi akan memutarnya secara terintegrasi (Embed) tanpa menyita 1 KB pun memori HP Guru.
โ ๏ธ Penyimpanan Internal Penuh. Tidak dapat mengunduh media.
Sistem evaluasi di sekolah tradisional cacat. Anak diuji 1x saat UTS, lalu materinya dilupakan selamanya. Kami mendobrak itu dengan Sistem Micro-Drill berbasis Memori Jangka Panjang (Spaced Repetition) dan Gamifikasi.
Pertanyaan muncul acak dari bank soal raksasa. Waktu menjawab dibatasi (15 detik/soal) untuk mencegah murid menyontek buku atau Google. Memaksa otak memanggil ingatan secara instan.
Sistem mendeteksi soal mana yang sering dijawab salah oleh siswa tertentu. Soal tersebut akan secara otomatis diselipkan kembali ke kuis minggu depannya sampai siswa benar-benar hafal permanen.
Siswa tidak hanya mengejar nilai rapor, tetapi Poin Edutama. Siapa yang paling sering mengulang latihan akan merajai papan peringkat (Leaderboard) sekolah. Belajar jadi se-adiktif main game!
Sistem secanggih ini biasanya disewakan jutaan rupiah per bulan. Tapi kami menolak sistem korporasi rakus. Kami percaya, pendidikan berkualitas adalah hak setiap institusi dakwah.
Habis dimakan dalam 3 menit. Kenyang sebentar, lalu berlalu begitu saja.
"Bayangkan amal jariyah yang mengalir setiap kali seorang anak mengulang hafalannya lewat sistem yang Anda biayai dengan sedekah 2000 rupiah."
Bagi Anda yang bersemangat belajar namun terkendala birokrasi, biaya, atau jarak, sistem kami memiliki Lembaga Virtual Publik. Silakan cari nama lembaga berikut saat mendaftar di dashboard:
Jika Anda butuh tugas Anda dikoreksi manual, disimak bacaan ngajinya, dan didampingi secara intensif, Yayasan Pendidikan Rujukan Umat memberikan beasiswa rutin untuk program Beasiswa Ngaji dan Beasiswa Les.
Info Beasiswa via WhatsAppBukan. Itu adalah biaya untuk Satu Lembaga Utuh. Mau jumlah guru Anda 5 orang atau 50 orang, murid Anda 10 atau 1000 anak, biayanya tetap flat Rp 2.000/hari atau Rp 60.000/bulan. Kami tidak memeras institusi dakwah.
Siswa tidak mengunggah file video mentah (.mp4) langsung ke server kami. Mereka harus mengunggahnya ke platform khusus video seperti YouTube, TikTok, atau Google Drive. Kemudian, hanya link/tautannya yang ditempel di MDT Online. Aplikasi akan memutarnya secara embed, sangat ringan dan tanpa menyita storage!
Pengunjung hanya bisa membaca mading publik dan karya yang di-publish. Untuk masuk ke kelas, melihat materi, dan mengerjakan kuis, pengunjung harus mengisi formulir pendaftaran yang ada di dashboard, dan menunggu Approval (persetujuan) dari Admin Lembaga untuk menjadi Murid atau Guru sah.
Sangat bisa. Jika mereka belum punya HP/Email sendiri, orang tua dapat login menggunakan email orang tua, lalu pada formulir pendaftaran mengubah nama di kolom "Nama Lengkap Sesuai Rapor" menjadi nama anaknya. Anak tinggal mengeklik icon dan tombol bergambar (Gamifikasi) yang sangat User Friendly.
Mari bersama-sama merapikan sistem pendidikan umat. Jangan biarkan potensi emas anak-anak kita terkubur hanya karena sistem evaluasi usang dan manajemen yang berantakan. Waktu terbaik untuk berubah adalah kemarin. Waktu terbaik kedua, adalah Sekarang.
Masuk Menggunakan Google ๐